Jakarta, 23–25 Mei 2025 — Forum Komunikasi Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia (FORKOM FKIP) kembali menggelar Rapat Kerja Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia yang tahun ini dilaksanakan di FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Mei 2025, dengan rangkaian agenda strategis membahas arah kebijakan dan penguatan program kerja FORKOM FKIP ke depan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 23 Mei 2025, dengan sesi check-in peserta dan pembukaan resmi oleh Dr. Imam Sujadi, M.Si., dilanjutkan dengan diskusi program kerja FORKOM FKIP yang juga dipandu oleh beliau. Diskusi ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan menyusun rencana kolaboratif antar-FKIP dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme calon guru di Indonesia.
Memasuki hari kedua, Sabtu, 24 Mei 2025, kegiatan dimulai dengan diskusi bersama Direktur PPG, Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., yang membahas arah kebijakan dan implementasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sesi ini difokuskan pada sinergi antara LPTK dan pemerintah dalam memperkuat sistem sertifikasi dan penyiapan guru profesional.
Selanjutnya, dilaksanakan Workshop Rekonstruksi Kurikulum Berbasis OBE (Outcome-Based Education) yang menghadirkan Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T. (Dosen ITS) sebagai narasumber. Workshop ini diikuti oleh Wakil Dekan I dan seluruh Ketua Program Studi dari anggota FORKOM FKIP, baik secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Diskusi ini menyoroti pentingnya pembaruan kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan kebijakan Merdeka Belajar.
Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi persiapan pembahasan Pertemuan Sela FORKOM FKIP, dipimpin oleh Dr. Imam Sujadi, M.Si., yang kemudian dilanjutkan hingga malam hari. Diskusi ini menjadi forum penting dalam mematangkan rencana dan agenda strategis menjelang pelaksanaan Pertemuan Sela FORKOM FKIP berikutnya.
Kegiatan Rapat Kerja Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia ini menjadi wadah penting bagi para pimpinan FKIP untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik antar lembaga, guna mewujudkan pendidikan tinggi kependidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional maupun global.